SEJARAH MALANG BISA DIBUKTIKAN LEWAT BUKU

Operator Desa 03 Maret 2017 14:14:07 WIB

SINGOSARI - Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna membuka Bedah Buku Babad Malang, yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, di Hotel Solaris, Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (2/3) pagi. Ia juga mengapresiasi tinggi atas buku berisikan tentang sejarah cikal bakal Kabupaten Malang yang disusun Besar Edy Santoso, SH, MH ini. Sebanyak 100 orang hadir ikut bersama-sama membedah buku tersebut.

Mereka berasal dari berbagai kalangan diantaranya mulai dari budayawan, sejarahwan, tokoh masyarakat, guru sejarah, mahasiswa, arkeolog, akademi pariwisata, hingga pelajar di tingkat SMP dan SMA. Sedangkan, pembedah buku antara lain Drs. Asimanuddin Ismain, MPd (Akademi Sejarah), Dr. Blasius Suprapto (Arkeolog), Dr. Riyanto, M. Hum (Antropolog) dengan moderator Abdul Malik.

“Saya apresiasi tinggi usaha mas Besar Edy Santoso menyusun buku Babad Malang yang halamannya setebal itu. Tentunya isinya telah dilakukan observasi dengan dukungan data yang didapat dari dalam dan luar negeri baik berupa prasasti, daun lontar dan sebagainya. Termasuk arsip-arsip yang ada di dalam dan luar negeri, yang merupakan kumpulan oleh antropolog, sejarahwan baik saat Indonesia masih jaman dijajah Belanda, dan jaman kerajaan,” ucap Bupati Malang. 

Dikatakan Bupati Malang, bedah buku ini bisa dimanfaatkan untuk menguji kebenaran dan tidaknya isi yang disampaikan penyusun dalam buku Babad Malang. Sebab para pembedah buku juga akan menyampaikan pendapatnya berdasar dengan data. Namun, dari isi buku ini akan memiliki kaitannya dengan sejarah berdirinya Kabupaten Malang. 

“Kebenaran sejarah itu sulit diterapkan secara otentik. Tetapi semua disini berkumpul mencoba membedah buku Babad Malang dan semua ini akan mendekatkan pada kebenaran. Tulisan tentang lahir dan berdirinya Malang ada arsipnya jadi bisa dipertanggung-jawabkan,” pungkas Bupati Malang.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menyebut, kegiatan ini sebagai persiapan untuk kegiatan literasi Singosari Pararaton Mitreka Buddhaya pada 27-30 September mendatang, yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Malang tahun 2017. Hal ini sekaligus untuk menjadikan Kabupaten Malang sebagai destinasi budaya dan pariwisata. Pihaknya pun sudah lakukan pengembangan Museum Singosari. 

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menggali sejarah Kabupaten Malang melalui berbagai referensi yang akan dijadikan referensi peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang tahun 2017. Serta, menumbuh kembangkan minat generasi muda dan meningkatkan nasionalisme. Kami berharap, dengan berkumpulnya seniman dan budayawan bisa melahirkan ide gagasan untuk memajukan wisata budaya Kabupaten Malang,” harap Made sembari mengaku pihaknya bersiap mengembangkan wisata budaya Gunung Kawi yang akan di back up Kementerian Pariwisata melalui acara Gebyar Pesona Gunung Kawi 2017. (humas/poy)

 

Sumber dari :http://www.malangkab.go.id/site/news/detail/2985/sejarah-malang-bisa-dibuktikan-lewat-buku.html

Komentar atas SEJARAH MALANG BISA DIBUKTIKAN LEWAT BUKU

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Pandansari

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Web GIS

PRODESKEL

Prodeskel

Portal PemKab Malang

Radio Streaming. Rakom Surya FM Ngantang