Profil Desa

Administrator 29 Juli 2013 16:46:44 WIB

PROFIL DESA

 

Nama Desa                       : Pandansari

Nama Kecamatan              : Ngantang

Nama Kabupaten               : Malang

 

Batas-batas Desa          :

  1. Sebelah Utara         : Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang
  2. Sebelah Selatan      : Desa Banturejo Kecamatan Ngantang’
  3. Sebelah Timur         : Desa Banturejo Kecamatan Ngantang
  4. Sebelah Barat         : Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon

 

Wilayah Desa Pandansari       : 1,103,425 Ha

Luas Pekarangan               : 52,420 Ha

Luas Tanah Sawah            : 94,458 Ha

Luas Tanah Tegal              : 223,732 Ha

Hutan Lindung                  : 422,300 Ha

Hutan Produksi                 : 290,200 Ha

 

Jumlah Dusun                : 7 Dusun

Dusun Plumbang               : Terdiri 1 RW.1 dan 7 RT

Dusun Bales                      : Terdiri 1 RW.2 dan 2 RT

Dusun Munjung                 : Terdiri 1 RW.3 dan 2 RT

Dusun Sambirejo               : Terdiri 1 RW.4 dan 4 RT

Dusun Wonorejo               : Terdiri 1 RW.5 dan 3 RT

Dusun Klangon                 : Terdiri 1 RW.6 dan 2 RT

Dusun Sedawun                : Terdiri 1 RW.7 dan 4 RT

 

Jumlah Penduduk                   : 5.851 Jiwa

Laki-laki                           : 2.960 Jiwa

Perempuan                       : 2.891 Jiwa

Jumlah KK                        : 1.594 KK jiwa dengan 494 KK Miskin

 

Jumlah Penduduk berdasarkan mata pencaharian :

Petani                              : 793 Orang

Peternak                          : 678 Orang

Buruh Tani                       : 820 Orang

Pegawai Negeri                 : 10 Orang

Pegawai Swasta                : 63 Orang

Wiraswasta                      : 69 Orang

 

Populasi Ternak            :

Sapi Perah                       :    635 Ekor

Sapi Potong                     :      33 Ekor

Kambing                          :    800 Ekor

Domba                            :      30 Ekor

 

Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan :

Tidak Sekolah                   : 150 Jiwa

TK                                   : 215 Jiwa

SD                                  : 695 Jiwa

SLTP                               : 252 Jiwa

SLTA                               : 126 Jiwa

Sarjana                            :   18 Jiwa   

 

Fasilitas Pendidikan :

TK                                  : 2 Unit

RA                                  : 2 Unit

SD                                  : 3 Unit

SLTP                               : -

SLTA                               : -

Lainnya                           : 3 Unit

 

Sarana dan Prasarana  :

Jalan Aspal                       :   18 Km

Jalan Makadam                 : 2,9 Km

Jalan Cor/Rabat                : 120 Km

Jalan Tanah                      : 2,1 Km

 

Fasilitas Kesehatan       :

Posyandu                         : 7 Unit

Polindes                           : 1 Unit

Puskesmas                       : -

Bidan Desa                       : 1 Unit

Praktek Dokter                 : -

Dukun Beranak                  : 4 Orang

 

 

A. KONDISI GEOGRAFIS

     1. LETAK DESA

Desa Pandansari yang memilliki LUAS 1.103,425 Ha terbagi menjadi 7 Dusun yaitu Dusun Plumbang, Dusun Bales, Dusun Munjung, Dusun Sambirejo, Dusun Wonorejo, Dusun Klangon,  dan Dusun Sedawun.

Desa Pandansari memiliki keterbatasan dalam sarana angkutan umum dan sarana pelengkap jalan, selain itu jalan penghubung antar dusun masih ada yang kondisinya rusak sehingga menyebabkan tingkat aksesbilitas di Desa Pandansari kurang memadai, jarak tempuh dari pusat  desa ke hierarki yang lebih tinggi adalah sebagai berikut :

-          Jarak dari pusat pemerintahan Kecamatan   : 12,2 Km

-          Jarak dari Ibukota Kabupaten                     : 71,4 Km

-          Jarak dari Ibukota Propinsi                        : 131,3 Km

 B.   KONDISI TOFOGRAFI

Desa Pandansari merupakan desa yang terletak pada ketinggian 600-1350 meter dari permukaan laut dengan kemiringan lahan 15-55 % , Topografis Desa Pandansari berupa dataran seluas 23,536 Ha, perbukitan seluas 247,074 Ha,  waduk seluas 90 Ha, sawah seluas 94,458 dan sungai .

 C.   KONDISI IKLIM

Desa Pandansari yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Ngantang yang terletak dibagian barat Kabupaten Malang tepatnya 49 Km dari kota Malang dan 12 Km dari kecamatan Ngantang dengan ketinggian ± 650 meter daripermukaan air laut serta memiliki suhu rata-rata 24 ºC dengan curah hujan rata-rata 1.565 mm pertahun.

 D.   KONDISI HIDROLOGI

Kebutuhan air di Desa Pandansari berasal dari PDAM, Air Hujan, sungai dan sumber mata air yang berada di Banturejo, Dusun Plumbang, Dusun Sambirejo dan Dusun Klangon yang dialirkan ke dusun-dusun di wilayah Desa Pandansari dengan menggunakan Pipa ( pipanisasi). Wilayah Desa Pandansari di lewati 5 buah sungai yaitu sungai Sambong, yang mengaliri di sepanjang wilayah desa dari timut kebarat, semnetara itu 4 sungai lainnya yaitu sungai Konto, Sungai Namba’an, Sungai Nogo dan Sungai Lembung yang mengalir di sepanjang wilayah desa timur kebarat, air sungai air hujan digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti kebutuhan air minum, memasak, mencuci dan mandi. Desa Pandansari memiliki sumber mata air sebanyak 12 buah/ tandon sumber air yang terletak menyebar di seluruh dusun Plumbang, Dusun Bales, Dusun Munjung, Dusun Sambirejo Dusun Wonorejo masing-masing 1 buah, dusun Klangon 4 buah dan dusun Sedawun sebanyak 2 buah.

 

E. KONDISI DEMOGRAFI

     1. Jumlah Dusun, RT ,RW, Penduduk dan jumlah KK sebagai berikut :

                                    

Data Dusun, RW, RT, Penduduk dan Jumlah KK Desa Pandansari

 

NO

WILAYAH

Jmh

RT

Jml

RW

L.Wilayah

( KM )

Jumlah

Penduduk

Terdiri

Jumlah

KK

L

P

1

Plumbang

7

1

 

1.411

709

702

387

2

Bales

2

1

 

500

248

252

127

3

Munjung

2

1

 

653

327

328

181

4

Sambirejo

4

1

 

1.136

584

552

300

5

Wonorejo

3

1

 

666

346

320

181

6

Klangon

2

1

 

531

279

252

157

7

Sedawun

4

1

 

954

422

467

487

Jumlah

24

7

 

5.851

2.960

2.891

1.594

 

 F.   KONDISI EKONOMI

        1.   Kebijakan Bidang Ekonomi

Guna meningkatkan kegiatan perekonomian, Desa berupaya memaksimalkan potensi yang ada seperti pemeliharaan sapi perah, emngingat banyaknya lahan sekitar hutan yang bisa dimanfaatkan untuk menanam rumput gajah /kolonjono yang sangat baik untuk makanan ternak sapi perah, sehingga hasil produksi susunya bias meningkat terus. Selain ini juga Pemerintah Desa selalu mendorong dan memotifasi masyarakat untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang produktif yang bisa menopang kebutuhan ekonomi rumah tangganya.

 

 

G.     SEJARAH DESA

Desa Pandansari berdiri pada tahun 1400 an, pada awalnya berupa hutan.. Desa Pandansari diawali dengan berdirinya Dusun Plumbang, dan baru kemudian disusul dengan bertambahnya dusun-dusun yang lain berturut-turut Dusun Bales, Dusun Munjung, Dusun Sambirejo, Dusun Wonorejo, Dusun Klangon, dan Dusun Sedawun yang masing-masing mempunyai sejarah sendiri-sendiri. Nama Desa Pandansari berasal dari kata Pandan ( pohon pandan ) yang biasa di buat tikar, dan sari (sama dengan uang) yang berasal dari hasil penjualan tikar tersebut.

 

 

  • Dusun Plumbang

Dusun Plumbang merupakan cikal bakal Desa Pandansari. Pada awal berdirinya Dusun Plumbang merupakan sebuah dusun dan diberi nama Dusun Pohgatel. Pohgatel berasal dari kata poh( bahasa jawa : mangga ) dan gatel ( bahasa jawa : gatal ) yang berarti mangga yang gatal ( kweni/pakel. Pada zaman dahulu terdapat sebuah pohon kweni yang tumbuh di pinggir blumbang ( bahasa jawa : sejenis kolam/ genangan air yang cukup besar ), karena itu dusun tersebut diberi nama Plumbang ( Mangga=Poh: pelem dan Blumbang )

Seiring dengan perkembangan zaman maka bertambahlah wilayah dusun Plumbang yaitu dengan bergabungnya dusun-dusun lain, berturut- turut Bales, Munjung, Sambirejo, Wonorejo,Klangon dan Sedawun. Dusun Plumbang menjadi sebuah dusun yang menjadi bagian desa Pandansari, bersama dengan keenam dusun yang lain maka diberilah nama Desa pandansari seperti di atas.

 

  • Dusun Bales

Nama Dusun Bales berasal dari kata Mbales ( bahasa jawa : membalas ).Menurut cerita sesepuh desa dahulu ada seorang yang cukup berpengaruh di dusun tersebut menderita sebuah penyakit, kemuadian datang seseorang yang mengobati orang yang sakit tersebut, dan akhirnya orang tersebut sembuh. Setelah sembuh, orang tersebut berniat membalas budi kepada orang yang menyembuhkannya. Dan akhirnya dusun tersebut diberi nama dusun Bales ( karena akan membalas jasa orang lain tak kesampaian, yang akan dibalas jasanya tak tentu rimbanya.

 

  • Dusun Munjung

Pada awalnya dusun Munjung berupa sebuah bukit. Sewaktu pembangunan Bendungan Selorejo tempat itu digunakan sebagai tempat penggilingan batu untuk bahan bangunan.

Nama Dusun Munjung berasal dari kata Munjung (bahasa jawa = tanah yang tinggi/bukit). Dusn Munjung terletak pada sebuah dataran dengan posisi yag lebih tinggi dari dataran di sekitarnya, seperti terletak di atas sebuah bukit. Karena lokasinya yang terletak pada dataran lebih tinggi dari sekitarnya itulah maka dusun ini diberi Dusun Munjung.

 

  • Dusun Sambirejo

Dusun ini dulunya berupa hutan. Pada hutan tersebut terdapat sejeni spohon yang bernama kayu sambi ( kayu besi). Kayu ini biasanya digunakan sebagaibahan untuk alat penggilingan padi. Setelah hutan dibabat dan dijadikan pemukiman, tempat ini menjadi ramai ( bahasa jawa : rejo). Karena itulah dusun ini dikenal sebagai nama Sambirejo .

Pada awalnya dusun sambirejo lebih dikenal penduduk dan masyarakat sekitarnya dengan nama dusun Kutut. Nama ini berasal dari kata kutut=perkutut ( nama jenis burung), yang konon dulu di daerah tersebut banyak terdapat burung perkutut.

 

  • Dusun Wonorejo

Dusun  Wonorejo lebih dikenaldengan nama Dusun Pait oleh penduduk desa dan masyarakat sekitar Ngantang.Nama Pait berasal dari kata Pait (bahasa jawa ). Menurut legenda, dahulu ada seoran gputeri Majapahit pernah mesanggrah ( bahasa jawa : singgah untuk beristirahat ) di dusun tersebut. Disini terdapat sebuah tugu peninggalan pengawal Puteri untuk menandai bahwa tempat tersebut pernah disinggahi oleh Puteri Majapahit. Sampai sekarang tugu tersebut masih dianggap keramat oleh penduduk setempat. Penduduk tidak berani membelankangi tugu tersebut saat bertani, tidak menghadap ke tugu itu saat buang air dan lain-lain.

Pada awal berdirnya Dusun Pait berupa hutan. Setelah hutan tersebut di babat/ditebangi untuk pemukiman, tempat tersebut menjadi ramai karena banyak orang yang datang dan bermukim di tempat terebut. Karena itu dusun Pait kemudian berganti nama menjadi Wonorejo yang berarti hutan yang ramai ( bahasa jawa : wono = hutan, rejo= ramai)

 

  • Dusun Klangon

Nama Klangon berkaitan dengan  sejarah Trunojoyo ( tahun 1500-an). Klangon berasal dari kata klangen ( bahasa jawa : kesenangan, kegemaran)Menurut legenda, dahulu saat Trunojoyo melarikan diri dari Madura, beliau bersembunyi di Gunung Selokurung. Glenik Mentaram di utus untuk mencari Trunojoyo ke Jawa. Glenik Mentaram tahu bahwa Trunojoyo mempunyai klangenan ( kesenengan) menonton pertunjukan wayang kulit. Hal ini dimanfaatkan Glenik Mentaram untuk mencari Trunojoyo dengan cara mengadakan pertunjukan wayang kulit di Dusun Klangon dan diumumkan secara luas. Trunojoyo pun mendengar kabar tersebut yang akhirnya juga datang untuk menyaksikan pertunjukan itu. Saat tahu bahwa Glenik Mentaram yangmenjadi dalang( orang yang memainkan wayang kulit ), Trunojoyo sadar bahwa pertunjukan tersebut hanya merupakan sebuah rencana untuk menemukan dirinya dan membawanya pulang ke Madura. Akhirnya Trunojoyo menghancurkan lampu penerangan pertunjukan dengan cara melemparnya dengan batu dan segera melarikan diri. Berdasarkan legenda tersebut, akhirnya kata Klangenan dipakai menjadi nama dusun Klangon.

  • Dusun Sedawun

Cikal bakal adalah Dusun Sedawun sebuah desa yang terletak di dekat sebuah kedung Puwun ( bahasa jawa : sungai yang dalam)  yang bernama desa Ngebyu. Konon di kedung tersebut terdapat banyak ikan dan para penduduk mencari ikan di kedung dengan jumlah yang berlebihan. Sejak saat itu penduduk yang mencari ikan di keung itu di ganggu oleh ketukan misterius di pintu rumah mereka setiap malam, dan meminta ganti rugi atas ikan-ikan yang sudah diambil penduduk.Setelah pintu rumah dibuka ternyata tidak ada siapapun di depan pintu. Karena takut dihantui setiap hari, akhirnya seluruh penduduk desa Ngebyu sepakat untuk pindah ke sebuah hutan sirih dan membangun permukiman baru disana. Karena itulah tempat tersebut diberi nama Sedawun, yang berasal dari kata sedhah (bahasa jawa : sirih ) dan puwun.

 


PETA DESA PANDANSARI

Komentar atas Profil Desa

Nunuk Pandansari 10 Maret 2020 23:02:26 WIB
Informasi yang sangat berguna bagi semua masyarakat desa yang ingin mengenal lebih detail wilayah desa tercinta yang ditempatinya.
Melkianus dangu elu 17 Februari 2019 02:52:07 WIB
Untuk desa Pandansari data yang meliputi sangat akurat dan berikut nama dusun yang berasal dari kenyataanya Saya sangat simpatik dengan lingkungan yang potensinya pertanian dan peternakan .. Terimakasih saya sangat nikmati pada saat saya KKN

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Pandansari

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Web GIS

PRODESKEL

Prodeskel

Portal PemKab Malang

Radio Streaming. Rakom Surya FM Ngantang